Rumah menjadi salah satu kebutuhan primer manusia. Dengan tren harga rumah yang terus naik, muncul pertanyaan, mana yang lebih terjangkau? langsung beli rumah baru atau beli tanah kemudian baru bangun rumah? Kira-kira mana yang menguntungkan ya? beli rumah atau bangun rumah?
Beli rumah atau bangun rumah menjadi salah satu perdebatan panjang. Dalam beberapa perspektif beli rumah lebih menguntungkan karena praktis tinggal beli, rumah langsung jadi. Namun, ada juga yang menilai bangun rumah lebih murah karena semuanya bisa disesuaikan dengan bujet. Untuk itu, kita akan bahas kelebihan dan kekurangan beli rumah atau bangun rumah.
Lihat Juga: Jual Tanah di Bogor
Membeli Rumah Baru
Untuk bahasan beli rumah atau bangun rumah, kita akan ulas lebih dulu opsi membeli rumah baru berarti kita bertransaksi dengan pengembang yang sudah membangun rumah tersebut dalam jumlah banyak. Jadi, kita tinggal terima bersih, entah masih indent atau belum dibangun atau rumah yang siap dihuni. Berikut ini beberapa keuntungan dari membeli rumah baru.
Kelebihan Membeli Rumah Baru
1. Praktis
Pilihan membeli rumah baru memang sangat praktis. Kita tinggal urus persoalan pembayaran, legalitas, dan biaya lain-lainnya. Jika rumah sudah siap huni, tinggal melakukan pindahan dan penataan saja. Jadi, tidak perlu pusing mengurus berbagai hal teknis terkait pembangunan rumah.
Dengan begitu, kita juga bisa lebih fokus kepada mencari lokasi perumahan yang cocok. Seperti, dekat dengan kantor, sekolah, atau yang nyaman untuk ditinggali dalam jangka panjang.
2. Lingkungan yang Tertata Rapi
Dengan membeli rumah, kita juga sudah mendapatkan lingkungan yang seragam dan sudah tertata rapi. Belum lagi, jika membeli rumah dengan sistem cluster juga termasuk fasilitas umum yang dibangun, seperti jogging track hingga kolam renang. Artinya, dengan membeli rumah kita juga membeli lingkungan yang diinginkan.
Jika di luar perumahan, lingkungan juga ramai, tapi belum tentu tertata rapi. Seperti, setiap orang bisa saja membuka bisnis yang menganggu ketenangan. Di sisi lain, jika membeli rumah, biasanya ada paguyuban komplek untuk membentuk aturan-aturan di area perumahan tersebut. Jika perumahan itu memang untuk tinggal, biasanya akan ditekankan larangan untuk berbisnis di sana.
Baca Juga: Cara Menghitung Cicilan KPR yang Ideal untuk Gaji UMR
Kekurangan Beli Rumah
1. Lahan Kurang Teroptimalisasi
Ketika membeli rumah jadi, artinya calon pembeli siap dengan semua desain dengan ketentuan luas bangunan sesuai kesepakatan. Artinya,hasil pembelian rumah mungkin tidak 100 persen sesuai selera pembeli.
Meski, sekarang beberapa pengembang properti menawarkan desain dalam rumahnya sesuai dengan keinginan konsumen. Namun, tetap desain luar secara keseluruhan dibuat sesuai dengan rencananya.
2. Berpotensi Adanya Biaya Tambahan Renovasi
Jika ditanya, mana yang lebih murah antara bangun rumah atau beli rumah, jelas tidak ada jawaban pastinya. Semua akan tergantung apa rumah yang dibeli dan besaran rumah yang dibangun. Namun, satu hal kekurangan beli rumah dari segi harga adalah, total harga yang dibayarkan di awal hanya untuk membeli rumah dengan rencana dari developer.
Setelah pembelian selesai, konsumen berpotensi harus merogoh kocek lagi untuk renovasi dapur yang biasanya masih terbuka di halam belakang. Beberapa biaya lainnya antara lain biaya pembuatan untuk car port jika tidak dapat bonus gratisan.
Dari situ, artinya uang pembelian di awal masih bersifat kotor. Sehingga ada potensi biaya tambahan yang nilainya tidak terduga.
Membangun Rumah
Tidak sedikit orang yang masih mengambil opsi membangun rumah. Alasannya, dengan membangun rumah, mereka bisa menyicil misalnya mulai beli tanah dulu,terus 2-3 tahun lagi baru mulai bangun rumahnya. Namun, apakah bangun rumah lebih baik daripada beli rumah?
Kelebihan Membangun Rumah
1. Bisa Bangun Sesuai Anggaran yang Tersedia
Berhubung membangun rumah sendiri, kita bisa menentukan berapa anggaran yang ada. Dari situ, kita bisa berkonsultasi dengan tim kontraktor untuk desain dan hasil bangunan dengan anggaran yang sudah ditentukan.
Lalu, bisa juga dilakukan pembangunan bertahap yang terencana. Jadi, tahun pertama dibangun sebagian kecil dari rencana. Kemudian, tahun selanjutnya baru dikembangkan lagi agar lahan bisa teroptimalisasi.
2. Desain Rumah Sesuai Selera
Dengan membangun rumah sendiri, kita juga bisa menentukan desain sesuai dengan selera. Hingga detail layout rumah juga bisa diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Hasilnya, kita bisa lebih nyaman karena bisa membangun rumah sesuai dengan keinginan.
Kekurangan Bangun Rumah
1. Harus Memantau Pekerjaan Tukang Demi Anggaran Tidak Jebol
Sebenarnya, baik beli rumah (terutama yang indent) maupun bangun rumah, kita perlu memantau pekerjaan tukang agar tidak ada kesalahan yang bikin kita rugi. Namun, pemantauan tukang jika bangun rumah sendiri harus lebih detail. Alasannya, agar kita mengetahui penggunaan bahan bangunan hingga proses pembangunan tidak ada kesalahan yang bikin anggaran membengkak.
Bahkan, kita perlu mengecek setiap detail bagian yang sudah jadi. Sehingga jika ada kekeliruan kita bisa meminta pertanggungjawaban sebelum bangunan selesai. Meski ada potensi keluar anggaran tambahan untuk beli bahan bangunan.
2. Kurang Praktis
Opsi membangun rumah jelas bukan pilihan yang praktis. Soalnya, kita benar-benar mengurus semuanya dari beli tanah hingga bangun rumah sendiri. Setiap proses pun punya tantangan sendiri, seperti bagaimana mengurus transaksi tanah yang sama ribetnya dengan beli rumah. Belum lagi, harus mencari tukang bangun rumah antara borongan atau harian hingga menentukan jenis bahan bangunan yang sesuai dengan anggaran.
Pembiayaan untuk Beli Rumah vs Bangun Rumah
Jika beli rumah baru, kita punya opsi mendapatkan pembiayaan bank dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Lalu, bagaimana dengan bangun rumah?
Sebenarnya, untuk proses bangun rumah, kita bisa memanfaatkan dua opsi pembiayaan dari bank. Pertama, kredit multiguna yang bisa digunakan untuk kebutuhan apapun, termasuk bangun rumah. Biasanya, kredit multiguna akan meminta agunan untuk jaminan kredit. Untuk proses bangun rumah, agunannya adalah properti kita sendiri.
Untuk plafon hingga tenor kredit multiguna akan disesuaikan dengan nilai aset yang diagunkan. Namun, secara keseluruhan, bank membuka peluang plafon kredit multiguna mulai dari Rp200 juta hingga miliaran rupiah. Lalu, tenor kredit juga bisa cukup lama hingga 15 tahun.
Selain dengan kredit multiguna, beberapa bank juga membuat produk KPR yang tujuan penggunaan dananya untuk bangun rumah. Perbedaannya antara lain, tenor pinjaman yang lebih lama hingga bisa 25 tahun.
Jadi, tidak ada perbedaan signifikan antara pembiayaan bank untuk beli rumah atau bangun rumah. Hanya saja, untuk kredit bangun rumah, kita bisa atur plafon yang dibutuhkan agar tidak terlalu besar. Hal itu bisa disesuaikan dari desain dan struktur bangunan yang membuat anggaran bisa lebih terjangkau. Jadi, kebutuhan kredit bisa disesuaikan dengan kebutuhan juga.
Meski begitu, jika mau lebih praktis bisa langsung beli rumah dan ambil KPR. Balik lagi, semua tergantung dengan kebutuhan. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan beli rumah atau bangun rumah ini, mana yang jadi pilihanmu?
Lihat Juga: Jual Tanah di Karanganyar Jawa Tengah