Ada banyak cara bisa memiliki hunian, salah satunya adalah dengan cara membeli rumah bekas. Meskipun tidak baru, ada beberapa kelebihan membeli rumah bekas yang membuat beberapa orang memilih opsi tersebut. Berikut ini cara membeli rumah bekas terbaik.
Ada beberapa keunggulan beli rumah yang membuat beberapa orang tertarik beli rumah bekas seperti, bisa memilih lokasi yang lebih strategis, infrastruktur dan lingkungan sekitar rumah sudah terbentuk, harga yang ditawarkan cenderung beragam, serta rumah siap huni.
Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan dari beli rumah bekas, seperti rumahnya sudah digunakan dari tangan kedua hingga ketiga, butuh biaya tambahan untuk renovasi, hingga ada beberapa kejadian harganya justru lebih mahal dari rumah baru.
Agar tujuan membeli rumah bekas bisa tercapai, berikut 10 tips beli rumah bekas yang wajib diperhatikan.
Lihat Juga: Jual Rumah di Jakarta Barat
1. Cari Pilihan Rumah Bekas Melalui Agen Properti Jika Butuh Cepat
Cari pilihan rumah bekas yang menarik dari beberapa agen properti. Jangan khawatir, agen properti tidak akan mengenakan tarif kepadamu. Nantinya, komisi agen properti didapatkan dari persentase hasil penjualan rumah.
Kalau begitu, apakah harga rumahnya akan jadi mahal untuk komisi agen properti? terkait mahal atau murah itu relatif. Intinya, jika tujuan kita adalah menemukan rumah yang cocok dengan anggaran budget.
Jadi tidak perlu takut menggunakan jasa agen properti untuk mempermudah pencarian rumah. Soalnya, beberapa penjual rumah menggunakan jasa agen properti untuk membantu proses penjualan.
2. Cek Kondisi Rumah dan Lingkungannya
Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan survey terkait kondisi lingkungan dan rumah bekas yang akan dibeli langsung ke tempat lokasinya.
Tujuannya agar kita bisa mengetahui lebih detail kondisi rumah, bahkan melakukan pengecekan ke area dalam rumah serta lingkungan sekitar. Jadi, kita bisa menilai apakah cocok dengan ekspektasi atau tidak.
3. Perhatikan Usia Bangunan
Salah satu yang terpenting dari beli rumah bekas adalah mengetahui usia bangunan. Rumah dengan usia kurang dari 10 tahun terbilang masih baru, rumah usia 10-20 tahun tergolong sedang, dan rumah dengan usia lebih dari 20 tahun tergolong bangunan tua.
Selain itu, cari tahu juga informasi tentang kualitas bahan bangunan, struktur bangunan, dan masalah-masalah dalam bangunan lainnya.
Jangan lupa juga untuk memeriksa usia efektif bangunan rumah. Usia efektif adalah periode terakhir rumah itu direnovasi.
Terkait renovasi, kita juga perlu mengetahui skala renovasi. Apakah cuma eksterior atau renovasi seluruhnya.
Hal itu sangat penting karena menyangkut keselamatan kita saat memiliki rumah tersebut.
4. Cek Legalitas dan Kelengkapan Surat
Salah satu hal terpenting ketika membeli rumah bekas adalahh cek kelengkapan surat dan legalitasnya secara teliti. Pastikan nama yang tertera di setiap berkas sama dengan nama asli pemilik rumah.
Lalu, setiap rumah itu harus memiliki beberapa surat seperti, surat izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat tanah yang statusnya sertifikat hak milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB).
Perhatikan juga, apakah rumah dalam status sengketa atau tidak. Jika rumah dalam status sengketa lebih baik menunggu masalah itu selesai baru dibeli.
5. Cek Kondisi Air dan Kelistrikannya
Hal terpenting dari rumah selain masalah bangunan adalah sumber air dan listrik. Sebelum beli rumah bekas, kita perlu melihat bagaimana kondisi sumber air bersih. Apakah airnya menggunakan air tanah dengan jet pump atau sudah ada PAM yang masuk.
Jika masih menggunakan air tanah, bagaimana kondisi airnya, bersih atau agak kotor.
Lalu, pastikan sumber air bersih berjarak 10 meter persegi dari septic tank. Jarak ini penting untuk mencegah pencemaran air bersih untuk penggunaan rumah tangga.
Begitu juga dengan sumber listrik, kita harus memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Pastikan meteran listrik tidak rusak karena jika dicek orang PLN bisa jadi bakal kena denda yang mahal.
Terpenting, kita harus pastikan rumah bekas tidak memiliki tagihan listrik yang menunggak. Soalnya, jika ada tunggakan setelah transaksi beli, hal itu bisa membuat kita yang menanggung pembayaran tagihannya.
Baca Juga: Beli Rumah atau Bangun Rumah Begini Kelebihan dan Kekurangannya
6. Analisis Tawaran Harga Rumah dengan Kondisinya
Dalam membeli rumah bekas, kita wajib memperhatikan dasar dari penentuan harga jualnya. Seperti, kita bisa melakukan riset rata-rata harga jual rumah lainnya di sekitar dan harga jual tanah saat itu. Kemudian, kita juga bisa melihat kondisi bangunan, ada kerusakan apa saja, bagaimana sumber air, bagaimana sumber kelistrikan, dan hal lainnya. Serta akses rumah ke fasilitas publik terdekat.
Sehingga kita bisa menentukan mematok harga yang sesuai untuk rumah tersebut. Apakah sudah sesuai dengan tawaran dari penjual, atau kita perlu negosiasi lebih lanjut lagi untuk menurunkan harga ke level yang sesuai.
7. Pastikan Anggaran Mencukupi untuk Belil Rumah Bekas dan Renovasi
Ingat, dalam beli rumah bekas, biaya bukan hanya untuk beli rumahnya saja, tetapi juga renovasi. Untuk itu, ketika mendapatkan tawaran harga rumah dari penjual, kita perlu kalkulasikan lagi dengan seluruh hasil riset kondisi rumah dan anggaran yang tersedia. Apakah dengan harga segitu akan bisa pas dengan biaya renovasinya?
Dengan begitu, ketika transaksi beli terjadi, kita bisa langsung melakukan renovasi dengan anggaran yang sudah tersedia.
8. Pastikan Pilihan Proses Pembelian Rumah
Berbeda dengan rumah baru yang bisa dibeli dengan berbagai skema seperti, kredit pemilikan rumah (KPR), cash bertahap, atau cash keras alias tunai. Untuk rumah bekas, kita perlu memastikan lagi kepada pemilik rumah terkait proses transaksi, apakah bisa dengan KPR atau harus dengan tunai. Kalau pun dengan KPR, berapa uang muka yang harus disediakan.
Hal ini akan berpengaruh kepada rencana yang sudah disiapkan. Misalnya, dana tunai yang ada ternyata hanya cukup untuk 10 persen dari harga rumah dan renovasi. Namun, ternyata penjualnya mewajibkan harus tunai, berarti ada missmatch antara uang yang ada dan permintaan penjual.
9. Jangan Terburu-buru
Ketika ketika beli rumah bekas, kita jangan langsung impulsif ketika menemukan satu rumah yang dirasa cocok dari segi wilayah dan bangunannya. Kita perlu teliti melakukan riset tentang 8 hal di atas. Soalnya, transaksi pembelian rumah itu nilainya besar dan kalau terjadi kesalahan akan sulit untuk diubah atau dijual ulang dan beli kembali.
Perhatikan dengan detail poin-poin penting seperti legalitas, kondisi lilngkungan, struktur bangunan, sumber air dan listrik, dan lainnya. Jangan sampai hanya suka dengan desain rumah jadi melupakan hal-hal yang lebih penting tersebut.
Jadi, kamu lebih pilih beli rumah bekas atau baru aja nih sekalian?
Lihat Juga: Jual Rumah di Bandung