Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara manusia memilih tempat tinggal. Di tengah pembatasan mobilitas, kekhawatiran akan keramaian, dan kebutuhan akan ruang kerja di rumah, hunian vertikal seperti apartemen mengalami guncangan signifikan—baik dari sisi permintaan, desain, maupun cara pengelolaannya.
Di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, apartemen sempat menjadi simbol gaya hidup modern dan praktis. Namun saat pandemi berlangsung, hunian vertikal menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari ketidakpastian ekonomi, hingga kekhawatiran soal protokol kesehatan di lingkungan bersama, pasar apartemen mengalami dinamika yang menarik untuk dikaji.