Pembangunan infrastruktur, khususnya pembukaan akses jalan baru, sering kali menjadi katalis utama yang mengubah wajah sebuah kawasan. Dari yang semula sepi dan tidak diminati, menjadi lokasi strategis yang diburu investor. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di pedesaan yang selama ini dianggap kurang menarik secara ekonomi. Ketika sebuah desa mulai terkoneksi dengan pusat aktivitas melalui jalan yang layak, nilai tanah di wilayah tersebut bisa melonjak dalam waktu singkat.
Salah satu contoh nyata adalah kasus di sebuah desa di pinggiran Kabupaten Bekasi. Desa yang semula hanya terdiri dari lahan pertanian dan hutan kecil, mengalami lonjakan harga tanah hingga lebih dari 200% dalam waktu dua tahun setelah pemerintah membuka jalan tembus ke kawasan industri terdekat. Dampaknya bukan hanya terasa di sektor properti, tapi juga kehidupan ekonomi warga setempat yang berubah drastis.