Open space office atau ruang kerja terbuka pernah menjadi simbol modernitas dan efisiensi di dunia kerja. Konsep ini merombak tatanan kantor konvensional dengan dinding dan bilik tertutup, menjadi area luas tanpa sekat yang mendukung kolaborasi antar tim. Digagas sejak tahun 1950-an di Eropa dan semakin populer pada 2000-an, open space office diadopsi oleh banyak perusahaan teknologi, startup, hingga lembaga kreatif karena dianggap mampu mempercepat komunikasi dan memperkuat budaya kerja terbuka.
Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan pola kerja akibat pandemi, konsep ini mulai dipertanyakan efektivitasnya. Banyak karyawan justru mengalami gangguan konsentrasi, stres akibat kurangnya privasi, hingga kelelahan karena kebisingan lingkungan kerja terbuka. Apalagi kini muncul tren kerja hybrid dan kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel, membuat perusahaan kembali meninjau ulang apakah open space office masih layak diterapkan.