Pasar properti tidak selalu berada dalam kondisi ideal. Ada masa ketika permintaan menurun, daya beli melemah, dan penjualan rumah terasa jauh lebih sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam kondisi pasar yang lesu seperti ini, banyak pemilik rumah merasa frustasi karena properti yang dipasarkan berbulan-bulan tidak juga terjual.
Namun, pasar yang melambat bukan berarti tidak ada peluang. Justru di saat inilah strategi menjual rumah harus lebih matang, terencana, dan berorientasi pada kebutuhan pembeli. Penjual yang mampu beradaptasi dengan kondisi pasar akan tetap bisa menjual rumahnya, bahkan tanpa harus menurunkan harga secara drastis.