{"id":162,"date":"2023-05-22T19:58:26","date_gmt":"2023-05-22T12:58:26","guid":{"rendered":"https:\/\/properti1.com\/blog\/?p=162"},"modified":"2025-05-10T18:25:59","modified_gmt":"2025-05-10T11:25:59","slug":"cara-beli-rumah-sebelum-usia-25-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-beli-rumah-sebelum-usia-25-tahun\/","title":{"rendered":"Cara Beli Rumah Sebelum Usia 25 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang tidak bermimpi ingin punya rumah sendiri? sayangnya masalah terbesar beli rumah adalah harganya yang mahal sehingga banyak yang menilai sulit punya rumah sendiri saat usia produktif. Padahal, ada saja jalan untuk bisa punya rumah sendiri dari muda. Begini cara beli rumah sebelum usia 25 tahun yang paling lengkap dan mudah dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun, tantangan harga rumah yang selalu naik sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menunda-nunda beli rumah. Soalnya, jika itu selalu dijadikan alasan untuk menunda beli rumah, nantinya kita malah tidak akan pernah membeli rumah. Padahal, kita bisa beli rumah sejak dini jika mengetahui cara beli rumah sebelum usia 25 tahun ini.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<h2><b>Alasan untuk Tidak Menunda-nunda Beli Rumah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga alasan utama yang membuat kita sebaiknya tidak menunda-nunda untuk membeli rumah dan bisa mulai merencanakan pembelian rumah sebelum usia 25 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b style=\"font-family: inherit; font-size: 29px; font-style: inherit;\">1. Lahan Rumah Makin Terbatas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah penduduk terus bertambah, sedangkan jumlah lahan makin terbatas. Untuk itu, kita harus mencari peluang beli rumah secepat mungkin. Adapun, jika di daerah sekitar sudah tidak ada harga rumah yang terjangkau, kita bisa mulai melirik apartemen, sebagai solusi keterbatasan lahan untuk rumah tapak.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Lihat Juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/jual\/apartemen\/kota\/jakarta-pusat\">Jual Apartemen di Jakarta Pusat<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>2. Harga Rumah yang Terus Naik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan terkuat kenapa harga rumah terus naik adalah karena lahan untuk bangun rumah tapak terbatas. Sesuai dengan hukum ekonomi, jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supply<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berkurang, tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">demand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terus tinggi, berarti harga akan naik terus. <\/span><\/p>\n<h3><b>3. Keterbatasan Usia untuk Mengambil KPR<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga rumah membuat solusi pembelian rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi solusi terbaik. Namun, nasabah yang bisa mendapatkan kredit dari KPR itu terbatas usia. Rata-rata, bank mau menyalurkan KPR dengan tenor maksimal sampai usia nasabah 55 tahun saat kredit lunas. Artinya, jika mau beli rumah tenor 20 tahun, maksimal kita sudah mulai kredit pada usia 35 tahun. Malah, jika lebih cepat dan usia lebih muda dalam mengajukan KPR bisa menjadi lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya adalah banyak yang bingung bagaimana cara bisa membeli rumah sejak dini jika pendapatan pada awal kerja saja masih pas-pasan setara dengan upah minimum regional (UMR).\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Cara Beli Rumah Sebelum Usia 25 tahun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita memang tidak bisa hanya sekadar ingin membeli rumah sebelum usia 25 tahun saja. Tentunya, kita juga harus membuat perencanaan yang matang hingga bisa menyiapkan segala kebutuhan untuk beli rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, kita asumsikan bisa lulus kuliah di usia 22 tahun dan mulai kerja di usia 23 tahun. Sehingga ada 2 tahun periode persiapan sebelum membeli rumah. Berikut ini tips cara beli rumah sebelum usia 25 tahun. <\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tentukan Budget Beli Rumah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perencanaan keuangan dasar, kita harus menentukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">goals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keuangan. Kali ini,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">goals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya adalah untuk bisa membeli rumah. Tahap awal, kita harus tahu berapa harga rumah yang ingin dibeli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, penentuan budget beli rumah ini memang susah-susah gampang. Untuk itu, ada beberapa cara untuk bisa menentukan budget beli rumah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung cicilan yang ideal dengan penghasilanmu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih daerah calon tempat tinggalmu sehingga bisa melakukan riset rata-rata harga rumah di sana<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika antara cicilan ideal dari penghasilan bulanan dengan rata-rata harga di lokasi yang diinginkan tidak cocok, kita harus siap mencari lokasi lainnya yang sesuai dengan ekspektasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cicilan yang ideal tidak hanya bicara harga rumah, melainkan juga berapa banyak uang muka atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">down payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (DP) yang siap kita bayarkan. Semakin besar DP berarti semakin ringan cicilan yang kita tanggung. <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>2. Persiapkan Tabungan untuk Uang Muka Beli Rumah dan Biaya Lainnya<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menentukan target harga rumah yang diinginkan serta target uang muka yang akan dibayarkan, kini saatnya mempersiapkan uang untuk pembayaran uang muka dan biaya proses KPR lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menabung yang disiplin untuk mengumpulkan uang muka dalam 1-2 tahun ke depan adalah dengan menyicil ke reksa dana pasar uang. Alasannya, reksa dana pasar uang sangat fleksibel untuk kita top up setiap bulan dibandingkan dengan deposito dan SBN ritel, serta risiko investasinya sangat rendah atau hampir tidak mungkin mencatatkan kerugian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya selanjutnya, berapa besaran tabungan per bulan untuk uang muka selama dua tahun ke depan? jawabannya tergantung berapa uang muka yang ingin dikumpulkan nantinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, target uang muka senilai Rp50 juta, berarti kita harus menabung secara disiplin per bulan sekitar Rp2 juta. Jadi, hasil tabungan di tahun kedua sudah siap untuk dijadikan uang muka untuk beli rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kita juga tidak harus mematok tabungan sebesar-besarnya. Intinya adalah disesuaikan dengan penghasilan juga. Rata-rata uang yang ditabung untuk uang muka sekitar 30 persen dari penghasilan. Misalnya, penghasilan Rp5 juta, berarti maksimal yang bisa ditabung Rp1,5 juta per bulan. Kecuali, kita berani meningkatkan budget tabungan per bulan setelah melihat ada pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat dan tidak mempengaruhi pengeluaran kebutuhan pokok.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-menghitung-cicilan-kpr-dengan-gaji-umr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Begini Cara Hitung Cicilan KPR yang Sesuai dengan Penghasilan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>3. Cari Penghasilan Tambahan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu rumus untuk meningkatkan kekayaan adalah mencari pendapatan aktif tambahan. Setelah itu baru kita belajar mengelolanya dengan baik agar aset terus bertumbuh. Hal ini juga berlaku untuk kita yang ingin beli rumah sebelum usia 25 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bisa mencari penghasilan tambahan dari bisnis kecil-kecilan hingga mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">job freelance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Nantinya, tambahan penghasilan itu tidak digunakan untuk kegiatan konsumtif, tapi bisa disimpan untuk persiapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sinking fund<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sejak dini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sinking fund <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah dana darurat yang dipersiapkan untuk memenuhi kewajiban yang sudah diperkirakan di masa depan seperti, cicilan. Dari penghasilan tambahan ini, kita bisa mempersiapkan untuk hadapi cicilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">floating<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau risiko kehilangan penghasilan utama di masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, kita sudah mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi terjadi di masa depan. Lagipula, mencari penghasilan tambahan di usia mudah juga akan membantuk pengembangan jaringan dengan banyak orang yang membuat adanya banyak peluang bagus untuk penghasilan kita. <\/span><\/p>\n<h3><b>4. Menghemat Biaya Hidup<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hemat biaya hidup di sini bukan berarti kita harus makan nasi telor atau ikan asin setiap hari. Namun, kita harus bisa mengefisiensikan berbagai pengeluaran yang tidak perlu sehingga porsi tabungan untuk uang muka, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sinking fund<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau kebutuhan pembayaran cicilan bisa lebih optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk bisa menghemat biaya hidup antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat catatan pengeluaran per bulan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi pengeluaran setiap bulan, mana yang bisa dihilangkan dan tidak akan mempengaruhi kebutuhan pokok kita<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari situ, kita akan melihat pola berbagai pos pengeluaran yang bisa diefisiensikan setiap bulan dan bisa menjadi tambahan modal menabung secara konsisten setiap bulannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">4 tips itu akan membantu kita untuk bisa kita lakukan sebagai cara membeli rumah sebelum usia 25 tahun. Setidaknya, kita sudah bisa bayar uang muka dan mulai memiliki rumah. Sehingga ketika di usia lebih tua, kita sudah terbebas dari cicilan KPR.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Lihat juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/jual\/tanah\/provinsi\/jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jual Tanah di Jakarta<\/a><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sih yang tidak bermimpi ingin punya rumah sendiri? sayangnya masalah terbesar beli rumah adalah harganya yang mahal sehingga banyak yang menilai sulit punya rumah sendiri saat usia produktif. Padahal, ada saja jalan untuk bisa punya rumah sendiri dari muda. Begini cara beli rumah sebelum usia 25 tahun yang paling lengkap dan mudah dilakukan. Adapun, &#8230; <a title=\"Cara Beli Rumah Sebelum Usia 25 Tahun\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-beli-rumah-sebelum-usia-25-tahun\/\" aria-label=\"More on Cara Beli Rumah Sebelum Usia 25 Tahun\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-membeli-rumah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/beli-rumah-sebelum-usia-25-tahun.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}