{"id":135,"date":"2023-05-18T07:58:15","date_gmt":"2023-05-18T00:58:15","guid":{"rendered":"https:\/\/properti1.com\/blog\/?p=135"},"modified":"2025-05-10T18:26:36","modified_gmt":"2025-05-10T11:26:36","slug":"cara-cek-sertifikat-tanah-asli-atau-palsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-cek-sertifikat-tanah-asli-atau-palsu\/","title":{"rendered":"3 Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada salah satu hal terpenting dalam jual-beli properti yang wajib dilakukan, yakni cek sertifikat tanah dari properti yang ingin dibeli. Pasalnya, jika kita mengabaikan pengecekan sertifikat tanah, ada risiko ternyata sertifikat tanah itu palsu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengetahui cara cek sertifikat tanah asli atau palsu, kita perlu memahami bagaimana struktur sertifikat tanah, apa saja yang ada di dalamnya serta makna informasi dari setiap halamannya.\u00a0<\/span><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur sertifikat tanah terbagi menjadi tiga bagian, yakni halaman depan, dalam, dan surat ukur. Apa saja informasi yang ada di setiap halaman?\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Lihat Juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/jual\/tanah\/kota\/bogor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jual Tanah di Bogor<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Isi Sertifikat Tanah Halaman Depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada enam bagian sertifikat tanah halaman depan yang wajib kamu ketahui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">DAFTAR ISIAN yang tertulis di kanan atas sertifikat tanah. Jika setelah DAFTAR ISIAN tertulis 206 berarti menunjukkan sertifikat tanah, sedangkan jika 205 berarti buku tanah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan status sertifikat, jika di bawah tulisan SERTIFIKAT akan tertulis status dari sertifikat tanah tersebut, hak guna atau hak milik. Setelah status sertifikat, di sebelahnya juga tertulis nomor sertifikat tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan lokasi rumah, di bawah bagian dari tulisan SERTIFIKAT tadi akan ada keterangan lokasi daerah rumah mulai dari provinsi, kabupaten\/kota, kecamatan, hingga desa\/kelurahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">DAFTAR ISIAN 307 dan 208, di bawahnya lagi ada kolom daftar isian 307 dan 208. Dalam bagian itu akan tertulis daftar induk administrasi pendaftaran sertifikat. Nantinya jika angka-angka itu dicek bisa membuat kita mengetahui semua perbuatan hukum dan persitiwa hukum yang berkaitan dengan hak atas tanah tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kotak-kotak angka di bagian kanan bawah, angka yang tertulis dalam kotak itu berisi nomor kode provinsi, kabupaten\/kota, kelurahan, jenis sertifikat, dan nomor sertifikat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor blangko, berada di bagian bawah sertifikat tanah. Adapun, nomor blangko ini akan tersedia di setiap halaman sertifikat tanah tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Isi Sertifikat Tanah Halaman Dalam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa struktur isi halaman dalam pada sertifikat tanah antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama pemegang hak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor identifikasi bidang (NIB)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor desa\/kelurahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanggal lahir pemilik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asal hak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar penerbitan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan lainnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Isi Sertifikat Tanah Halaman Surat Ukur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bagian di halaman sertifikat tanah surat ukur antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor sertifikat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">NIB<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi Properti\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Denah yang menunjukkan bentuk tanah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-menghitung-cicilan-kpr-dengan-gaji-umr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Gaji UMR yang Ideal<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga cara utama dalam cek sertifikat tanah asli atau palsu. Ketiga cara itu antara lain, mengecek secara mandiri, mengecek ke kantor badan pertanahan nasional (BPN), mengecek secara online via aplikasi maupun website. Bagaimana caranya?<\/span><\/p>\n<h3><b>Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu Secara Mandiri<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada 5 tahapan untuk melakukan pengecekan sertifikat tanah asli atau palsu secara mandiri. Kelima tahapan ini tidak berjalan sendiri, tapi harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">checklist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> datanya sudah sesuai. Jika ada yang berbeda berarti ada yang harus diwaspadai:<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama,<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">perhatikan nomor yang ada di kotak-kotak yang berada di bawah kanan halaman depan sertifikat tanah. Bagian itu memberikan informasi yang detail dari kode letak tanah, status surat tanah, dan nomor jenis surat tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui sertifikat tanah asli atau palsu, kita perlu menyinkronkan data di angka yang ada dalam kotak itu dengan keterangan yang ada di halaman depan sertifikat tanah. Jika sama, berarti itu surat tanah yang asli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> perhatikan nomor identifikasi bidang (NIB) di halaman dalam. Angka-angka dalam NIB juga berisi tentang lokasi rumah secara detail seperti kode di halaman depan. Di sini, kita menyamakan angka-angka NIB dengan halaman depan dengan mengecualikan nomor kode jenis surat tanah. Jika sama, berarti sertifikat tanah itu asli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cek sertifikat tanah di halaman surat ukur. NIB yang ada di bagian itu juga harus sama dengan yang di halaman dalam. Jika sama berarti itu adalah sertifikat tanah yang asli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Keempat<\/i><\/b><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cek nama pemilik tanah. Jadi, di halaman dalam ada keterangan pemilik tanah dari nama hingga tanggal lahirnya. Di sini, kita harus menyamakan profil sang pemilik dengan kartu tanda penduduknya (KTP). Jika sama berarti sertifikat tanah itu asli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kelima<\/i><\/b><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cek Pajak Bumi Bangunan (PBB), dalam PBB itu ada bagian yang menunjukkan lokasi tanah atau rumah berada. Data yang ada di PBB dan NIB sertifikat tanah harus sama. Jika berbeda berarti haris waspada.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Cek Sertifikat Tanah ke Kantor BPN<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara lain untuk mengetahui sertifikat tanah itu asli atau palsu adalah dengan mendatangi kantor BPN. Di sini, kita akan dibantu pihak BPN untuk mengecek apakah sertifikat tanah asli atau tidak secara terperinci.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut tahapan yang harus dilakukan untuk cek keaslian sertifikat tanah asli di BPN:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Datang ke kantor BPN terdekat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Datang ke loket pengecekan sertifikat tanah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa sertifikat tanah asli, KTP, bukti lunas PBB tahun terakhir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu pengcekan sertifikat tanah memakan waktu sehari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pengecekan Rp50.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Cek Sertifikat Tanah Secara Online<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin mengecek keaslian sertifikat tanah secara online, kita bisa punya dua pilihan, mengecek keaslian via aplikasi atau website.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut cara untuk mengecek keaslian tanah via aplikasi:<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Download aplikasi Sentuh Tanahku di Play Store atau App Store<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan registrasi dan proses pembuatan username serta password [termasuk cek link verifikasi akun baru di email]<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Login dengan akun yang baru kamu buat ke aplikasi Sentuh Tanahku<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih layanan cek berkas BPN online<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klik menu info sertifikat untuk melihat nomor sertifikat berdasarkan data-data kepemilikan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana cara cek sertifikat tanah online via website? Berikut ini 5 tahapan mengecek keaslian sertifikat tanah via website.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buka website atrbpn.go.id<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klik menu publikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lengkapi data yang ingin dicari dalam formulir yang tersedia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klik cari berkas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan muncul data sertifikat tanah beserta info kepemilikannya\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p>Lihat Juga: <a href=\"https:\/\/properti1.com\/jual\/rumah\/kota\/depok\">Jual Rumah di Depok<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada salah satu hal terpenting dalam jual-beli properti yang wajib dilakukan, yakni cek sertifikat tanah dari properti yang ingin dibeli. Pasalnya, jika kita mengabaikan pengecekan sertifikat tanah, ada risiko ternyata sertifikat tanah itu palsu.\u00a0 Sebelum mengetahui cara cek sertifikat tanah asli atau palsu, kita perlu memahami bagaimana struktur sertifikat tanah, apa saja yang ada di &#8230; <a title=\"3 Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/properti1.com\/blog\/cara-cek-sertifikat-tanah-asli-atau-palsu\/\" aria-label=\"More on 3 Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":136,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"class_list":["post-135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-legalitas-sertifikat-rumah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-cek-sertifikat-tanah.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/properti1.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}